Jumat, 26 November 2010

Susunan Panitia Pesta Bona Taon 2011 Punguan Pandiangan Jabodetabek

Jakarta (21/11/2010) Dalam Rapat Pengurus Punguan Toga Pandiangan dohot Boruna/Bere (Pomparan Raja Humirtap) Jakarta dan Sekitarnya pada Rabu, 17 Nopember 2010 telah ditetapkan bahwa Punguan akan melaksanakan pesta bona taon 2011. Pesta tersebut akan dilaksanakan pada Minggu, 20 Maret 2011 di gedung pertemuan "Sejahtera", Jalan Pondok Gede, Taman Mini, Jakarta Timur.
Untuk melaksanakan kegiatan pesta bona taon tersebut, telah terbentuk Panitia Pesta Bona Taon 2011. Demikian disampaikan Ketua Umum Punguan, Ir. Sy. Pandiangan, MM (Ama ni Jefferson) dalam pertemuan bulanan punguan, Minggu, 21/11/2010 bertempat di kediaman Christo Pandiangan/br. Manurung (Ama ni Keyra), Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Susunan lengkap Panitia Pesta Bona Taon 2011 yang dibacakan Sekretaris Umum, K. Pandiangan, SE (Ama ni Lopez) sebagai berikut.

Penasehat adalah seluruh Penasehat (Paniroi) Punguan. Sedangkan Pengarah adalah Ketua Umum Punguan, Ir. Sy. Pandiangan, MM (Ama ni Jefferson).

Ketua Panitia, L. Pandiangan, SE, MSi (Ama ni Erika), Sekretaris, P. Pandiangan, SE, Ak (Ama ni Litha), Bendahara, E. Lumbantobing (Ama ni Citra).

Bidang Kerohanian, sebagai koordinator, St. Drs. H. Pandiangan (Ama ni Monyka), dengan anggota St. Drs. A. Pandiangan (Ama ni Nurida), St. P. Sinaga (Ama ni Halasan), St. T. Sianipar, SH (Ama ni Andre), yang dibantu para naposobulung.

Bidang Acara dan Hiburan, sebagai koordinator, B. Pandiangan, SH, MH (Ama ni Melisa), dengan anggota W.E. Pandiangan (Op Michael), S. Pandiangan (Ama ni Jennifer), B. Pandiangan, SE (Ama ni Parluhutan), dan G. Pandiangan, SE (Ama ni Ariel).

Bidang Konsumsi, sebagai koordinator, Ny. Pandiangan br. Sianipar (Nai Bonita), dengan anggota Ny. Pandiangan br. Tampubolon (Nai Jefferson), Ny. Pandiangan br. Purba (Nai Erika), Ny. Pandiangan br. Damanik (Nai Litha), Ny. Pandiangan br. Manalu (Nai Jagardo), Ny. Pandiangan br. Sihombing (Nai Elizabeth), Ny. Sinaga br. Pandiangan (Nai Halasan), Ny. Tobing br. Pandiangan (Nai Citra), dan dibantu para naposobulung.

Bidang Dana, sebagai koordinator, S. Pandiangan, SH (Ama ni Jagardo), dengan anggota Willy Pandiangan, SE, serta seluruh Komisaris Wilayah.

Bidang Lelang dan Door Prize, sebagai koordinator K. Pandiangan, SE (Ama ni Lopez), dengan anggota M. Pandiangan (Ama ni Gokma), S. Ambarita (Ama ni Juniko), Ny. Pandiangan br. Simanjuntak (Op. Mochael boru), Ny. Pandiangan br. Sinaga (Nai Lopez), Ny. Ambarita br. Pandiangan (Nai Juniko), dan dibantu para naposobulung.

Bidang Pendidikan dan Sosial, sebagai koordinator, Ir. H. Pandiangan (Ama ni Ivani), wakil koordinator Christo Pandiangan (Ama ni Keyra), dengan anggota Ny. Pandiangan br. Nainggolan (Op ni si Lewins), Ny. Pandiangan br. Sitanggang (Nai Ivani), Ny. Pandiangan br. Sitompul (Nai Nurida), Ny. Pandiangan br. Marpaung (Nai Melisa), Ny. Pandiangan br. Nainggolan (Nai Monyka), Ny. Lubis br. Pandiangan (Nai Jackson), dan Ny. Sianipar br. Pandiangan (Nai Andre).

Bidang Keamanan, sebagai koordinator H.R. Pandiangan (Ama ni Ergo), dengan anggota Jasa Pandiangan, B. Sinaga (Ama ni Thodo), dan Haryono Pandiangan.

Bidang Logistik, Dokumentasi dan Publikasi, sebagai koordinator Herry Pandiangan, dengan anggota Manik (Ama ni Elsye), dan para naposobulung.

Bidang Penerima Tamu, sebagai koordinator, E. Pandiangan (Ama ni Mega), dengan anggota Morrys Pandiangan, G. Sijabat, perwakilan Koordinator Wilayah, dan dibantu para naposobulung.

Dalam sambutannya, Ketua Panitia Ama ni Erika Pandiangan mengatakan bahwa pesta bona taon ini adalah pesta kita bersama semua marga Pandiangan dan Boruna/Bere pomparan Raja Humirtap yang ada di Jakarta dan sekitarnya (Jabodetabek). Kita semua adalah sebagai "suhut bolon" dan pemilik pesta. Untuk itu, mari kita buat pesta kita ini sebaik mungkin, dan menyenangkan semua yang hadir.

Masing-masing bidang agar membuat kegiatan operasional secara rinci beserta dengan biaya yang dibutuhkan. Mari kita buat acaranya meriah dan gembira, namun terjangkau biayanya. Dalam pertemuan bulanan Januari 2011 semua kegiatan operasional akan dihimpun sebagai kegiatan Panitia Pesta Bona Taon, tambahnya.

Jumat, 11 September 2009

Aksi Damai Peringatan Tragedi WTC di Kedubes AS

akarta (ANTARA News) - Aksi damai untuk memperingati Tragedi World Trade Center (WTC) yang terjadi di New York pada 11 September 2001 akan dilakukan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat.

Menurut informasi dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya di Jakarta, Jumat pagi, aksi damai tersebut digelar oleh kelompok yang menamakan dirinya Tim Doa Syafaat Peduli Bangsa.

Aksi damai tersebut direncanakan terjadi dari pukul 10:00 WIB hingga pukul 11:00 WIB.

Selain aksi damai peringatan Tragedi WTC, TMC juga mencatat tentang rencana unjuk rasa di depan Kantor DPP Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, pada sekitar pukul 14:00 WIB.

Massa yang akan berunjuk rasa tersebut adalah kelompok Komite Solidaritas untuk Korban Lumpur Lapindo.

Mereka dalam melaksanakan aksi demonstrasinya akan ditemani oleh perwakilan dari LSM Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI).

Sebelumnya, sebanyak 18 orang perwakilan korban luapan lumpur di daerah eksplorasi PT Lapindo Brantas, Inc. di Sidoarjo, Jawa Timur, menemui keluarga Bakrie--salah satu pemegang saham perusahaan tersebut-- di Jakarta, Minggu (6/9).

Perwakilan warga yang rata-rata sudah mendapatkan ganti rugi dan bisa menempati tempat tinggal baru di Kahuripan Nirwana Village (KNV), Desa Jati, Kabupaten Sidoarjo itu menyampaikan apresiasi terhadap komitmen keluarga Bakrie dalam menyelesaikan pembayaran ganti rugi bagi korban lumpur.

DPRD Diminta Perjuangkan Hak Rakyat

Setelah dilantik, 30 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Siantar, diminta benar-benar menjadi wakil rakyat yang memperjungkan hak-hak rakyat.

Mahasiswa Unversitas Simalungun (USI) Pematangsiantar, Pandapotan Sinaga kepada METRO mengatakan, DPRD adalah instansi pemerintah yang merupakan perpanjangan tangan masyarakat.

"Mereka ada karena masyarakat. Keberadaannya, yakni sebagai penerima aspirasi dan melanjutkan aspirasi. Intinya, tugas DPRD melaksanakan permintaan masyarakat," ujarnya.

Dijelaskannya, DPRD sebelumnya terbalik dengan apa yang dimintakan masyarakat. Lebih banyak memikirkan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyat, memuluskan dan melanggengkan kepentingan pribadi, kelompok, partai atau atasan. "Itu yang terjadi selama ini dan kalau tidak bersaing di soal perpolitikan," katanya.

Sementara, Juanda warga Jalan Sisingamaraja juga menyesalkan apabila DPRD terlantik tidak benar-benar menjadi wakil rakyat. "Itu sangat saya kesalkan, kebanyakan mereka serius dianggaran. Memikirkan isi perut saja," katanya.

Maka, diminta anggota DPRD yang dilantik ke depan dapat bertindak sesuai dengan apa yang dimintakan masyarakat.

Hal senada disampaikan mahasiswa Multikom, Darma Sitinjak. Di mana, dengan tegas meminta anggota DPRD bisa menjadi objek pengaduan masyarakat yang dapat diandalkan sebagai kontrol social.

Sabtu, 29 Agustus 2009

Bentuk Surat Suara Rawan Terjadi Centang

Bentuk Surat Suara Rawan Terjadi Centang Terbalik

Semarang, 18/6 (ANTARA) - Surat suara yang memuat gambar pasangan calon presiden dan calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2009 yang hanya satu muka, rawan terjadi centang terbalik.

"Jika pemilih tidak membuka surat suara secara keseluruhan, bisa saja pemilih mencentang secara terbalik," kata anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, Andreas Pandiangan seusai acara diskusi bertema Pemilu Amburadul Siapa Yang Bertanggung Jawab yang diselenggarakan Forum Nol Koma di Semarang, Kamis.

Andreas menjelaskan, pemberian tanda centang secara terbalik dalam Peraturan KPU Nomor 29 Tahun 2009 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pemungutan dan Penghitungan Suara menyebutkan tanda tersebut tidak sah.

Oleh karena itu, lanjut Andreas, KPU mengimbau agar pemilih saat di bilik suara membuka surat suara secara keseluruhan agar tidak salah memberikan tanda centang.

Lebar surat suara Pilpres 2009 yang mencantumkan tiga pasangan capres dan cawapres sebagai peserta yakni Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, dan Jusuf Kalla-Wiranto, tidak selebar surat suara pada Pimilu Legislatif 2009.

Tidak rumitnya surat suara Pilpres 2009 tersebut menjadikan lebar surat suara lebih kecil sehingga mudah untuk dibuka keseluruhan pada bilik suara oleh pemilih.

Kekhawatiran tidak sahnya surat suara tersebut, tambah Andreas, tidak terjadi pada Pilpres 2004 karena surat suaranya terdiri dua muka.

"Ini persoalan teknis, namun dalam aturan centang terbalik tidak sah," ujarnya.

Oleh karena itu, kata Andreas, persoalan tersebut perlu diketahui oleh seluruh pemilih melalui sosialisasi yang dilakukan oleh pihak penyelenggara pemilu.

Andreas juga mengingatkan para pemilih agar memberikan satu tanda centang saja pada surat suara.

"Tidak boleh memberikan tanda centang pada masing-masing gambar capres dan cawapresnya. Cukup satu tanda pada gambar capres atau cawapres saja," demikian Andreas Pandiangan.

Kamis, 11 Juni 2009

LUAR BIASA..............


Puji Tuhan, walaupun dalam keadaan duka, setitik kebahagiaan juga terpetik.
Betapa tidak dalam pertemuan dukacita atas meninggalnya anak ke 3 nya,kami justru dapat mengenal dan bertemu adek bungsu dari Ompung Saut, yakni Namboru Pardede, yang sekian puluh tahun tidak pernah bersua dengan keluarga. Di usai nya yang senja, sang Namboru ini masih saja menyiratkan garis-garis kecantikannya di usia muda

Sabtu, 23 Mei 2009

Sekilas Tayang

PERTEMUAN BULANAN OMPUNG SAUT

HARAP HADIR DALAM PERTEMUAN/ ARISAN KELUARGA OMPUNG SAUT PADA TANGGAL 24 MEI 2009
DI JALAN KAMPAR JAKARTA PUSAT

BERJUANG MERAIH PENGHARAPAN (Roma 8:18)

Setiap orang pasti mempunyai pengharapan tersendiri. Pengharapan itu biasanya berupa suatu cita-cita supaya keadaan hidup kelak yang lebih baik. Jika anda sebagai orang tua, pasti berharap agar kelak anak-anak anda bisa menjadi orang yang berguna. Anda biasanya tidak akan segan-segan membayar mahal untuk menyekolahkan mereka di sekolah yang paling favorit baik di Indonesia maupun luar negeri. Anda memberikannya les bahasa Inggris, Piano, Mandarin dan segala les sampai kadang-kadang anak anda itu tidak ada waktu untuk bermain. Tujuannya agar mereka lebih baik dari hari ini, paling sedikit lebih baik dari kedua orang tuanya. Jikalau hari ini anda sebagai orang muda, maka pengharapan anda lain lagi, anda mungkin berharap menjadi orang yang kaya-raya dan bahagia, lalu andapun mulai kuliah dengan baik, kemudian mencari pekerjaan yang terbaik, cari isteri yang cantik, melahirkan anak-anak yang cerdas Sdan sebagainya.

Minggu, 10 Mei 2009

Menjadi berkat : (Olin & Vito Telah Sembuh)

Di tengah lilitan berbagai masalah hidup, banyak orang yang kehilangan pengharapan. Akibatnya ada yang terjerumus pergaulan bebas, obat-obatan, atau kejahatan lain. Bagaimana sikap kita seharusnya terhadap mereka?
Teks Alkitab memperlihatkan begitu banyak orang yang datang menemui Yesus, ketika Ia datang kembali ke kota mereka (1; lih. 1:21). Mereka ingin mendengar pengajaran-Nya yang penuh kuasa. Mereka juga ingin melihat Dia melakukan mukjizat (1:22, 27). Bagaimana respons Yesus? Ia memberitakan Injil kepada mereka (2).
Tiba-tiba ada gangguan. Empat orang datang menggotong seorang yang lumpuh (3). Mereka mengharapkan Yesus menyembuhkan teman mereka. Namun kerumunan orang menghalangi mereka. Menyerah?
Jangan. Yesus sudah di depan mata! Bila si lumpuh bisa dihadirkan di depan Yesus, tentu ia akan disembuhkan. Lalu bagaimana caranya? Dengan semangat pantang menyerah, mereka naik ke atap rumah dan membongkar (4). Berhasilkah usaha mereka? Ya. Si lumpuh diturunkan di depan Yesus. Iman kawan-kawan si lumpuh menye-babkan Yesus merespons lebih dari yang mereka harapkan. Ia bukan hanya menyembuhkan si lumpuh (11), melainkan juga mengampuni dosanya.
Iman keempat orang itu sungguh luar biasa. Bukan hanya percaya secara pasif, tetapi ada tindakan aktif yang menyatakan keyakinan mereka pada kuasa Yesus dalam menyembuhkan penyakit. Iman mereka berperan besar dalam hidup si lumpuh sehingga dia dapat berjalan dan menikmati hidup dalam pengam-punan Tuhan.
Bagaimanakah peranan kita bagi hidup orang-orang di sekitar kita? Bagi ayah dan ibu yang sudah berusia lanjut, bagi tetangga yang membutuhkan perhatian, bagi rekan yang perlu pertolongan, dan seterusnya. Di awal tahun ini mari kita pikirkan suatu tindakan yang dapat menjadi berkat bagi mereka. Sesuatu yang memungkinkan mereka mengalami perjumpaan pribadi dengan Kristus.